Yahya Zaini Tekankan Perlindungan Kesehatan Masyarakat Terdampak Karhutla

20-10-2026 / KOMISI IX

PARLEMENTARIA, Banjarbaru — Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Yahya Zaini menegaskan bahwa perlindungan kesehatan masyarakat harus menjadi prioritas dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Selatan. Menurutnya, dampak karhutla tidak hanya berupa kerusakan lingkungan, tetapi juga berpotensi mengganggu kesehatan, aktivitas sosial, dan produktivitas ekonomi masyarakat.

 

“Bagi Komisi IX, karhutla bukan hanya persoalan kebakaran lahan. Paparan asap berpotensi meningkatkan gangguan pernapasan, memperburuk asma dan penyakit paru, mengganggu aktivitas sekolah dan bekerja, serta menambah beban pelayanan kesehatan,” ujar Yahya saat memimpin kunjungan kerja reses Komisi IX DPR RI ke Banjarbaru, Kalimantan Selatan, baru-baru ini.

 

Yahya menekankan, bayi, anak-anak, ibu hamil, lanjut usia (lansia), serta penderita penyakit kronis harus menjadi prioritas perlindungan. Pemerintah pusat dan daerah perlu memastikan masyarakat terdampak memperoleh akses pelayanan kesehatan yang cepat, tepat, dan mudah dijangkau.

 

Dalam kunjungan tersebut, Komisi IX ingin memperoleh gambaran menyeluruh mengenai perkembangan gangguan kesehatan akibat paparan asap, ketersediaan obat-obatan dan masker, kesiapan puskesmas dan rumah sakit, serta efektivitas sistem rujukan dan penjangkauan masyarakat di wilayah terdampak.

 

Menurut Yahya, kesiapan fasilitas kesehatan tidak boleh hanya ditingkatkan ketika jumlah pasien bertambah. Langkah pencegahan dan antisipasi harus dilakukan sejak dini agar masyarakat memperoleh penanganan sebelum kondisi kesehatannya memburuk.

 

Pemantauan Kualitas Udara Perlu Terintegrasi

 

Yahya menilai, kesiapsiagaan menghadapi karhutla perlu didukung sistem pemantauan kualitas udara yang terintegrasi dengan peringatan dini dan langkah penanganan yang jelas. Dengan sistem tersebut, pemerintah dapat mengambil keputusan secara cepat untuk mengurangi risiko paparan asap terhadap masyarakat.

 

Langkah antisipasi dapat dilakukan melalui pengaturan kegiatan luar ruang ketika kualitas udara memburuk, perlindungan bagi pekerja lapangan, penjangkauan layanan kesehatan hingga desa-desa terdampak, serta pemantauan aktif terhadap kondisi kelompok rentan.

 

“Kami berharap koordinasi lintas sektor semakin kuat, sehingga perlindungan kesehatan tidak baru dimulai ketika kasus penyakit meningkat,” tegas politisi Fraksi Partai Golkar tersebut.

 

Ia juga mendorong pemerintah pusat dan daerah memperkuat koordinasi dalam memastikan kesiapan tenaga kesehatan, ketersediaan obat-obatan dan masker, serta kemampuan puskesmas dan rumah sakit dalam menangani pasien terdampak.

 

Menurutnya, pendekatan terpadu tersebut penting agar penanganan karhutla tidak semata-mata berorientasi pada pemadaman api, tetapi juga menjamin keselamatan dan kesehatan masyarakat.

 

Keselamatan dan Produktivitas Pekerja Perlu Diperhatikan

 

Selain dampak kesehatan masyarakat, Yahya menyoroti risiko kabut asap terhadap keselamatan kerja dan aktivitas ekonomi warga. Paparan asap dapat mengganggu pekerjaan petani, pekebun, pekerja konstruksi, sektor transportasi, perdagangan, hingga pekerja informal yang banyak beraktivitas di luar ruangan.

 

Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan risiko gangguan kesehatan, menurunkan produktivitas, mengurangi pendapatan harian, serta menambah beban ekonomi keluarga.

 

Karena itu, ia menegaskan bahwa penanganan karhutla perlu mencakup perlindungan keselamatan dan kesehatan kerja (K3), pengaturan aktivitas ketika kualitas udara memburuk, penyediaan alat pelindung yang sesuai, serta akses terhadap pelayanan kesehatan dan jaminan sosial bagi pekerja terdampak.

 

“Respons terhadap karhutla perlu mencakup keselamatan dan kesehatan kerja, pengaturan aktivitas pada saat kualitas udara memburuk, penyediaan perlindungan yang memadai, serta akses layanan dan jaminan sosial bagi pekerja terdampak,” ujarnya.

 

Yahya menambahkan, pembangunan ekonomi Kalimantan Selatan yang ditopang sektor sumber daya alam perlu diimbangi dengan penciptaan lapangan kerja berkualitas, penghasilan yang layak, dan perlindungan tenaga kerja yang memadai.

 

Dalam konteks tersebut, Komisi IX DPR RI turut memberi perhatian pada penerapan norma ketenagakerjaan, perlindungan pekerja alih daya, serta perluasan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi pekerja informal dan kelompok rentan, termasuk masyarakat yang terdampak gangguan lingkungan dan aktivitas ekonomi.

 

Sinergi Pemerintah Pusat dan Daerah Harus Diperkuat

 

Yahya menegaskan bahwa penanganan karhutla beserta dampaknya terhadap kesehatan dan perekonomian membutuhkan sinergi dan kesiapsiagaan seluruh pihak. Koordinasi pemerintah pusat dan daerah perlu terus diperkuat untuk memastikan layanan kesehatan, perlindungan kelompok rentan, keselamatan pekerja, dan akses jaminan sosial berjalan secara optimal.

 

Ia juga mengapresiasi Gubernur Kalimantan Selatan beserta jajaran pemerintah daerah, fasilitas pelayanan kesehatan, tenaga kesehatan, petugas lapangan, relawan, mitra kerja, dan masyarakat yang telah berkontribusi menjaga kesehatan dan keselamatan warga dalam menghadapi dampak karhutla.

 

Yahya berharap sinergi tersebut dapat memperkuat kesiapsiagaan daerah dan meningkatkan ketangguhan pelayanan kesehatan, sehingga masyarakat maupun pekerja terdampak memperoleh perlindungan yang memadai.

 

“Semoga sinergi dan komitmen bersama ini memperkuat kesiapsiagaan daerah, meningkatkan ketangguhan pelayanan kesehatan, serta memastikan perlindungan bagi masyarakat dan pekerja yang terdampak,” pungkasnya. (ayu/ssb)

BERITA TERKAIT
Netty Dukung Penguatan Pengawasan Vape untuk Lindungi Generasi Muda
20-10-2026 / KOMISI IX
PARLEMENTARIA, Jakarta — Anggota Komisi IX DPR RI Netty Prasetiyani Aher mendukung upaya penguatan pelindungan masyarakat dari potensi penyalahgunaan rokok...
Yahya Zaini Tekankan Perlindungan Kesehatan Masyarakat Terdampak Karhutla
20-10-2026 / KOMISI IX
PARLEMENTARIA, Banjarbaru — Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Yahya Zaini menegaskan bahwa perlindungan kesehatan masyarakat harus menjadi prioritas dalam...
Perkuat Puskesmas dan Lindungi Relawan dalam Penanganan Karhutla
20-10-2026 / KOMISI IX
PARLEMENTARIA, Jakarta — Anggota Komisi IX DPR RI Edy Wuryanto menyoroti belum optimalnya penanganan kesehatan masyarakat terdampak kebakaran hutan dan...
Penanganan Karhutla Harus Disertai Perlindungan Kesehatan Masyarakat
20-10-2026 / KOMISI IX
PARLEMENTARIA, Jakarta — Anggota Komisi IX DPR RI Edy Wuryanto meminta Pemerintah memperkuat perlindungan kesehatan masyarakat yang terdampak kabut asap...