Maman Imanul Haq Dukung Penguatan Kerja Sama Pendidikan Indonesia-Mesir

15-10-2026 / KOMISI VIII

PARLEMENTARIA, Jakarta — Anggota Komisi VIII DPR RI Maman Imanul Haq mendukung penguatan kerja sama pendidikan antara Indonesia dan Mesir sebagai upaya mentransformasikan hubungan historis kedua negara menjadi kemitraan akademik yang lebih produktif. Kerja sama tersebut diharapkan mencakup pengembangan riset, pertukaran dosen dan mahasiswa, serta penguatan jejaring perguruan tinggi.

 

Dukungan itu disampaikan Maman saat merespons komitmen Presiden Prabowo Subianto untuk memperluas kerja sama pendidikan dalam pertemuan bilateral dengan Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi.

 

“Kerja sama pendidikan Indonesia dan Mesir memiliki fondasi sejarah yang sangat kuat. Sekarang saatnya kita memperluasnya menjadi kemitraan akademik yang produktif, termasuk melalui riset, pertukaran dosen dan mahasiswa, serta penguatan jejaring pendidikan,” ujar Maman dalam keterangan resminya di Jakarta, Kamis (15/10/2026).

 

Menurut Maman, hubungan pendidikan kedua negara perlu dikembangkan melalui berbagai program strategis, seperti penyelenggaraan program gelar ganda (double degree), riset bersama, pertukaran tenaga pengajar dan mahasiswa, serta pengembangan pusat kajian Indonesia di Mesir. Selain itu, kualitas pendampingan bagi calon mahasiswa Indonesia yang hendak menempuh pendidikan di Mesir juga perlu ditingkatkan.

 

Bahasa Indonesia sebagai Instrumen Diplomasi

 

Maman turut menyoroti keberadaan Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia di Universitas Al-Azhar, Kairo, sebagai salah satu wujud penguatan hubungan pendidikan dan kebudayaan kedua negara. Program tersebut juga mendapat perhatian Presiden Prabowo dalam konteks perluasan kerja sama bilateral Indonesia-Mesir.

 

Menurut Maman, pengajaran Bahasa Indonesia di salah satu pusat pendidikan Islam terkemuka dunia itu memiliki nilai strategis yang melampaui pembelajaran bahasa. Kehadirannya membuka ruang untuk memperkenalkan kebudayaan, sejarah, tradisi intelektual, serta pengalaman keislaman masyarakat Indonesia kepada dunia internasional.

 

“Ketika Bahasa Indonesia diajarkan di Al-Azhar, yang hadir bukan hanya bahasa, tetapi juga kebudayaan, sejarah, tradisi intelektual, dan pengalaman keislaman Indonesia. Ini adalah bentuk diplomasi pendidikan dan kebudayaan,” ungkapnya.

 

Ia menambahkan, Universitas Al-Azhar selama ini menjadi salah satu simpul penting hubungan intelektual Indonesia dengan dunia Islam. Oleh karena itu, penguatan kerja sama pendidikan dengan Mesir dinilai dapat memperluas jejaring akademik Indonesia sekaligus memperkuat pertukaran pengetahuan dan pengalaman keislaman di tingkat global.

 

Forkapmi Perkuat Pendampingan Mahasiswa

 

Lebih lanjut, Maman menegaskan bahwa penguatan kerja sama pendidikan internasional membutuhkan keterlibatan berbagai pemangku kepentingan. Selain pemerintah dan perguruan tinggi, komunitas serta lembaga yang mendampingi mahasiswa juga memiliki peran penting dalam mendukung mobilitas akademik.

 

Dalam konteks tersebut, ia mengapresiasi peran Forum Komunikasi Alumni Pelajar dan Mahasiswa Indonesia (Forkapmi) yang selama ini aktif memberikan layanan konsultasi studi di Universitas Al-Azhar, Mesir.

 

“Forkapmi memiliki peran penting sebagai konsultan studi Al-Azhar Mesir. Kehadiran lembaga seperti ini membantu calon mahasiswa dan keluarga memperoleh informasi dan pendampingan yang dibutuhkan untuk menempuh pendidikan di Mesir,” jelasnya.

 

Maman menilai lembaga pendamping pendidikan perlu menjadi bagian dari ekosistem pendidikan internasional yang mendukung calon mahasiswa, mulai dari akses informasi hingga persiapan keberangkatan dan keberlangsungan studi.

 

Ia berharap pemerintah, perguruan tinggi, organisasi mahasiswa, dan lembaga pendamping seperti Forkapmi dapat membangun sinergi agar kerja sama pendidikan Indonesia-Mesir tidak berhenti pada hubungan kelembagaan, tetapi juga menghasilkan manfaat nyata bagi generasi muda.

 

“Pemerintah, perguruan tinggi, organisasi mahasiswa, dan lembaga seperti Forkapmi dapat berjalan bersama. Dengan begitu, hubungan pendidikan Indonesia-Mesir tidak hanya semakin kuat secara kelembagaan, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi generasi muda,” pungkas Maman. (ndy/ssb)

BERITA TERKAIT
Maman Imanul Haq Dukung Penguatan Kerja Sama Pendidikan Indonesia-Mesir
15-10-2026 / KOMISI VIII
PARLEMENTARIA, Jakarta — Anggota Komisi VIII DPR RI Maman Imanul Haq mendukung penguatan kerja sama pendidikan antara Indonesia dan Mesir...
Legislator Miris, Ditengah Karhutla Pejabat BNPB Kena OTT
15-10-2026 / KOMISI VIII
PARLEMENTARIA, Jakarta — Ditengah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dan pemilihan bencana, Sekretaris Utama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama...
Tangani Karhutla, Legislator Minta Pemerintah Prioritaskan Keselamatan Warga dan Satwa Liar
14-10-2026 / KOMISI VIII
PARLEMENTARIA, Jakarta — Anggota Komisi VIII DPR RI Selly Andriany Gantina meminta pemerintah memprioritaskan keselamatan masyarakat dan perlindungan satwa liar...
Nanang Samodra Minta Istithaah Kesehatan Jemaah Haji Diperketat
14-10-2026 / KOMISI VIII
PARLEMENTARIA, Medan — Anggota Komisi VIII DPR RI Nanang Samodra meminta pemeriksaan dan pemenuhan istithaah kesehatan jemaah haji diperketat sebagai...