DPR Minta Penanganan Kasus Febrie Adriansyah Transparan dan Berkeadilan

21-07-2026 / PARIPURNA

PARLEMENTARIA, Jakarta - Proses hukum yang melibatkan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung Febrie Adriansyah masih menjadi perhatian publik. Menanggapi hal tersebut, DPR RI meminta proses hukum berjalan transparan dan menjunjung asas kesetaraan. DPR juga mengingatkan agar penanganan perkara tersebut tidak mengganggu sinergi antara Kejaksaan dan Kepolisian.

 

Ketua DPR RI Puan Maharani mengatakan, proses penyidikan dan pemeriksaan masih berlangsung sehingga perlu waktu untuk mengumpulkan bukti serta melakukan proses hukum sesuai ketentuan yang berlaku.

 

“Kami menghormati proses hukum yang sedang berjalan. Sekarang ini tentu saja proses itu membutuhkan waktu untuk penyidik. Kami menghormati proses yang sedang berjalan. Tentu saja proses itu membutuhkan waktu untuk mengumpulkan bukti dan hal-hal lainnya,” kata Puan dalam konferensi pers seusai Rapat Paripurna DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (21/7/2026).

 

Meski demikian, Puan menekankan pentingnya transparansi dalam proses hukum tersebut. Ia juga mengingatkan agar penanganan satu perkara tidak mengganggu sinergi antarlembaga penegak hukum.

 

“Namun, yang kami harapkan agar nantinya proses itu tetap dilakukan secara transparan dan jangan kemudian membuat sinergi antara kejaksaan dan kepolisian itu menjadi renggang,” ujarnya.

 

“Karena satu kasus kemudian jangan membuat sinergi antara satu lembaga itu kemudian tidak terjalin sinerginya,” pungkas Puan.

 

Senada dengan Puan, Wakil Ketua DPR RI Saan Mustopa menekankan pentingnya asas kesetaraan dalam penanganan kasus hukum. Saan mengatakan, DPR menghormati proses penyidikan dan pemeriksaan yang masih berlangsung. Meski demikian, Ia meminta proses penyidikan dan pemeriksaan dilakukan tanpa membedakan pihak yang ditangani.

 

“Ya, yang pertama yang terkait dengan soal kasus hukum, ya, kita tentu proses penyidikan, pemeriksaan masih terus berlangsung dan tentu kita akan menunggu, menghormati proses jalannya hukum yang sedang berlanjut,” kata Saan.

 

Namun, Saan menekankan bahwa proses hukum harus tetap menjunjung asas kesetaraan. Menurutnya, penanganan perkara tidak boleh membedakan satu pihak dengan pihak lainnya. “Tapi kita berharap bahwa ada ekualitas, ya, ada kesetaraan dalam soal penanganan. Jadi asas kesetaraan itu tetap menjadi hal penting dan tidak membedakan satu sama lain,” ujarnya. (hal/aha)

 

---

Ikuti perkembangan terkini kegiatan DPR RI hanya di E-Media DPR RI — Referensi Berita Parlemen https://emedia.dpr.go.id

BERITA TERKAIT
DPR Tetapkan Keanggotaan Pansus RUU Jaminan Benda Bergerak, Integrasikan Berbagai Aturan
01-09-2026 / PARIPURNA
PARLEMENTARIA, Jakarta - DPR RI menetapkan susunan keanggotaan Panitia Khusus (Pansus) Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Jaminan Benda Bergerak. Penetapan tersebut...
WNI Diduga Direkrut Jadi Tentara Rusia, Dasco Ungkap Modusnya
01-09-2026 / PARIPURNA
PARLEMENTARIA, Jakarta — Sebanyak delapan warga negara Indonesia (WNI) diduga direkrut untuk menjadi tentara Rusia melalui modus penawaran pekerjaan sipil...
DPR Perkuat Penanganan Kekeringan dan Krisis Air di Jabar
01-09-2026 / PARIPURNA
PARLEMENTARIA, Jakarta – Wakil Ketua DPR RI Saan Mustopa menegaskan komitmen DPR dalam mendorong penanganan kekeringan dan krisis air bersih...
Karhutla Berdampak ke Sektor Pendidikan Hingga Kesehatan, Puan Minta Penanganan Lintas Kementerian
01-09-2026 / PARIPURNA
PARLEMENTARIA, Jakarta - Ketua DPR RI Puan Maharani meminta penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang masih terjadi di sejumlah...